Perkembangan E-sports, dari Komunitas Hingga Teknologi

perkembangan e-sports

Perkembangan E-sports, dari Komunitas Hingga Teknologi. Apakah kamu pernah mendengar istilah e-sports? Mungkin sebagian publik baru pertama kali mendengarnya dalam berita olahraga, ketika Indonesia menggelar pertandingan e-sports sebagai agenda eksibisi dari Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang silam. Dari sana tentu ada yang bertanya, “Mengapa game online mulai dianggap layaknya olahraga fisik? Padahal mereka hanya bermain game?”

Namun pada kenyataannya, konsep competitive e-sports sudah dikenal dalam komunitas gamers bahkan sejak 1990 an, di mana saat itu berbagai permainan berupa arcade games yang dapat ditemui saat mengunjungi pusat permainan anak-anak di mall. Hal ini kemudian berkembang menjadi sebuah industri dengan potensi pendapatan hingga 1,1 miliar dolar Amerika Serikat pada 2019 lalu. Kisah dibalik berkembangnya e-sports dapat dilihat dari 2 sisi: komunitas yang suportif dan kompetitif, serta perkembangan teknologi di seluruh dunia.

READ  Game Berburu Burung Bisa Dimainkan HP Tanpa Kuota

Selayaknya dengan ranah hobi yang lain, penggemar game tentu berkumpul dalam berbagai komunitas sebagai tempat mereka berbagi tips bermain, info terbaru dari perkembangan game, atau bahkan terlibat dalam pembuatan game itu sendiri. Tak jarang, game yang dibuat untuk dimainkan oleh banyak orang secara alamiah menumbuhkan komunitas yang tak hanya konstruktif dalam menilai game, namun juga kompetitif dan sportif saat memainkannya.  Hal ini pada akhirnya menarik perhatian para developer, yang pada awalnya ingin menampung pandangan terkait hasil karya mereka sampai perkembangan e-sports meningkat pesat.

Bahkan, hingga merangkul para fans dalam berbagai bentuk, seperti agenda komunitas hingga perlombaan. Jika dilihat-lihat, tentu tidak jauh beda dengan para penggemar olahraga fisik, bukan? Selain mengapresiasi komunitas yang dimiliki melalui hiburan yang dihasilkan dari kompetisi-kompetisi tersebut, para pengembang game turut diuntungkan dari berbagai marketing yang dilakukan hingga menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.

READ  4 Rekomendasi Game Bertema Futsal Cocok Bagi Anda

Perkembangan E-sports lewat komunitas

Selain itu, perkembangan e-sport turut didukung oleh perkembangan teknologi, baik itu hardware dan software dari game itu sendiri maupun keberadaan internet sebagai penghubung para penggemar. Konsep competitive e-sports sendiribahkan muncul sejak zaman arcade game, terutama permainan bertema pertarungan seperti Tekken dan Street Fighter II. Bentuk permainan sendiri mulai berevolusi menjadi console (seperti Famicom dan PS) maupun computer games (yang dapat diunduh dari berbagai sumber).

Perkembangan teknologi memacu rupa dan mekanik game menjadi lebih kompleks namun menarik, sehingga pertukaran informasi antar penggunanya tentu tidak dapat terhindarkan. Dari sini, internet memainkan peran penting dalam menghubungkan para penggemar tersebut. Internet membuat komunitas tidak terbatas secara fisik, sehingga dapat berkembang luas hingga menembus batas geografis dan bahasa. Perkembangan komunitas ini membuat pangsa pasar bagi para pengembang game semakin luas, sehingga interaksi antara kedua pihak menjadi tidak terelakkan.

READ  Game Online untuk Mengasah Otak

Keberadaan internet juga membuat aspek kompetisi dalam game menjadi lebih besar, dalam artian semua orang di seluruh dunia dapat bermain dan bertarung dengan orang lain di belahan Bumi yang berbeda. Konsep dan perkembangan e-sports sebagai sesuatu yang sebanding dengan olahraga fisik hingga saat ini dilihat sebagai sesuatu yang positif maupun negatif bagi setiap orang. Namun yang pasti, e-sports telah hadir dan berkembang hingga menjelma sebagai fenomena yang besar, karena keberadaan komunitas pecinta game yang didukung oleh teknologi terkini.

Bukan tidak mungkin juga tren ini akan semakin meningkat, mengingat masih banyak teknologi yang dapat bermunculan di masa depan.

Itulah dia pembahasan kita seputar perkembangan e-sports mulai dari komunitas kecil tak terduga hingga teknologi besar di dalamnya.  

You May Also Like

About the Author: Admin